PendaftaranBeasiswa S2 Pemerintah Jepang 2022 Deadline : 7 Mei 2021 . Beasiswa S2 Pendidikan dan Ilmu Sosial di UCL, UK Deadline : 30 Oktober 2019 Beasiswa S2 AFDF Asia Foundation di Asia dan AS Deadline : 7 Oktober 2019 Beasiswa UoPeople S2 Bisnis, Komputer, Kesehatan Cakupanbeasiswa di antaranya tunjangan bulanan sebesar 150.000 Yen (± Rp 19,4 juta) per bulan bagi mahasiswa yang mengambil program riset maksimum 1 tahun, dan 180.000 Yen (± Rp 23,2 juta) per bulan untuk mahasiswa yang mengambil kuliah master maksimum 2 tahun. Berikutini fasilitas yang anda akan terima jika anda dinyatakan sebagai penerima beasiswa S2 Jepang ini: Pertama keuntungan yang anda dapatkan adalah Biaya kuliah ditanggung sepenuhnya Tunjangan hidup sebesar kurang lebih ¥143.000/bulan (research students), ¥144.000/bulan (mahasiswa S2), ¥145.000/bulan (mahasiswa S3), Bagaiamana menarik bukan? Cakupanpembiayaan 1. Tunjangan bulanan 152.000 yen (Berlaku untuk biaya hidup, termasuk akomodasi, makanan, buku, dan lain-lain). 2. Biaya perjalanan pergi-pulang Indonesia-Jepang untuk kelas ekonomi. 3. Biaya tambahan 500 dollar AS untuk setiap perjalanan. Beasiswa tidak mencakup: 1. Biaya aplikasi visa. 2. Biaya membawa anggota keluarga. 3. Beasiswaakan diberikan selama 2 tahun 6 bulan (6 bulan sebagai Research Student dan 2 tahun sebagai Master's Course Student) mulai Oktober 2019 s/d Maret 2022. Beasiswa yang dapat berupa : Tunjangan hidup sejumlah 150.000 yen (± Rp 18,9juta) setiap bulan. Tiket pesawat Indonesia ke Jepang. Peluangbeasiswa S2 ini kembali ditawarkan Japan Foundation bagi mahasiswa negara berkembang yang ingin mengambil gelar MSc di Universitas PBB, Jepang. Tepatnya, beasiswa MSc in Sustainability atau beasiswa S2 sains di bidang kelangsungan hidup. Beasiswaakan diberikan selama 2 tahun 6 bulan (6 bulan sebagai Research Student dan 2 tahun sebagai Master's Course Student) mulai Oktober 2019 s/d Maret 2022. Program Beasiswa Jepang ini akan dilaksanakan pada universitas yang terletak di provinsi Aichi, sebagai berikut: 1. Toyohashi University of Technology 2. Nagoya University 3. Adapendaftaran beasiswa S2 Jepang 2019-2020 yang bisa kamu ikuti. Beasiswa Ke Jepang ini dikhususkan bagi kamu yang ingin melanjutkan kuliah S2 ke Jepang ya pada tahun pelajaran 2020. Beasiswa S2 Jepang ini diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Selengkapnya Beasiswa S1 Binus oleh MCF-MAF Ajinomotoselama ini setiap tahunnya mengirim mahasiswa Indonesia kuliah S2 di perguruan tinggi negeri sakura itu. Pengiriman mahasiswa itu melalui Ajinomoto Foundation. Pada 2019 ini Ajinomoto memberikan beasiswa program pascasarjana kepada mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi di enam perguruan tinggi di Jepang. INPEXScholarship Foundation kembali menawarkan beasiswa S2 di Jepang tahun 2020 bagi pelajar Indonesia. Beasiswa disediakan penuh menanggung semua biaya kuliah yang dibutuhkan. Tidak hanya biaya kuliah, Beasiswa INPEX juga meliputi biaya hidup bulanan sebesar 160.000 Yen yang sudah mencakup biaya penginapan, biaya kesehatan, transportasi, buku, dll. Kemudian disediakan 9s1i. - Bank Pembangunan Asia Asian Development Bank/ADB menawarkan Japan Scholarship Program JSP. Program beasiswa ini diberikan kepada 150 mahasiswa pascasarjana S2 untuk studi selama satu tahun di Jepang. ABD menawarkan beberapa program studi pilihan, yaitu ekonomi, manajemen, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berbagai bidang terkait pembangunan lain, di sejumlah lembaga akademik yang ikut merupakan beasiswa biaya kuliah penuh, termasuk tunjangan bulanan, perumahan, buku dan bahan pengajaran, asuransi kesehatan, dan perjalanan. Bagi para sarjana yang terlibat dalam penelitian, tersedia bantuan khusus untuk persiapan tesis. Dalam kondisi tertentu, beasiswa itu juga mencakup kursus komputer, persiapan bahasa, dan kursus serupa lainnya. Baca juga Mau Kuliah S1 sampai S3 di Jepang? Ikuti Beasiswa Rotary YoneyamaProgram beasiswa ini terbuka untuk mereka yang telah diterima dalam program MA atau PhD di universitas tertentu yang sudah diseleksi. Prodi pilihan 1. Administrasi Bisnis 2. Ekonomi 3. Geografi 4. Hukum 5. Sumber Daya Alam dan Manajemen Lingkungan Melanjutkan pendidikan S2 dengan memperoleh beasiswa merupakan salah satu impian banyak orang. Namun, bagi sebagian orang, tidak mudah memperoleh skor TOEFL yang mumpuni. Oleh karena itu, bagi yang ingin melanjutkan pendidikan S2 khususnya ke Jepang, terdapat beragam beasiswa S2 Jepang tanpa TOEFL. Jepang merupakan salah satu negara incaran mahasiswa asing untuk melanjutkan pendidikan. Selain itu Jepang juga menawarkan banyak beasiswa tanpa TOEFL yang bisa dijadikan alternatif bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan S2. Namun, sebelum mengetahui apa saja beasiswa yang ditawarkan, simak dulu alasan Jepang menjadi negara populer untuk melanjutkan pendidikan. Mengapa Jepang Menjadi Negara Populer Untuk Melanjutkan Pendidikan Tinggi? Menurut survei paling baru yang dilakukan oleh Japan Student Services Organization JASSO, siswa asing di Jepang pada tahun 2019 mencapai orang. Angka tersebut naik sebanyak orang, lebih banyak daripada tahun sebelumnya. Sedangkan untuk jumlah mahasiswa asing di universitas pada tahun 2019, terjadi penambahan mahasiswa menjadi mahasiswa. Dari angka yang diperoleh tersebut bisa diambil kesimpulan jika tiap tahunnya trend mahasiswa asing yang melanjutkan pendidikan di Jepang meningkat. Banyak faktor yang mendukung Jepang sebagai salah satu negara yang menjadi tujuan utama untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Japan Student Services Organization JASSO, ada banyak alasan mengapa mahasiswa asing melanjutkan pendidikan di Jepang. Alasan yang mereka utarakan adalah sebagai berikut Tertarik dengan masyarakat jepang dan ingin hidup di Jepang sebanyak Ingin belajar bahasa atau budaya Jepang sebanyak Pendidikan dan penelitian di universitas Jepang sangat menarik sebanyak Ingin bekerja yang berhubungan dengan Jepang sebanyak Rasa ingin tahu budaya yang berbeda sebanyak Adapun alasan lainnya, yaitu seperti kualitas pendidikan di Jepang sangat baik karena terbukti banyak universitas Jepang menduduki ranking tertinggi dalam universitas terbaik di dunia. Sarana dan prasarana sebagai penunjang pembelajaran juga sangat berlimpah di Jepang. Dengan begitu, mahasiswa dapat dengan mudah melakukan penelitian, terlebih lagi untuk mahasiswa asing yang berkuliah S2. Jepang juga menjadi salah satu negara yang terjangkau dengan kualitas tinggi, dibandingkan universitas di benua Amerika atau Eropa. Serta, Jepang juga memiliki banyak menyediakan beasiswa S2 Jepang tanpa TOEFL. Dengan begitu, Jepang bisa dijadikan alternatif negara bagi mahasiswa asing yang ingin melanjutkan kuliah S2 di Jepang. Artikel Pilihan Pentingnya Belajar Bahasa Jepang untuk Melanjutkan Pendidikan Ternyata ada banyak alasan mengapa Jepang menjadi salah satu negara yang diincar oleh mahasiswa asing untuk melanjutkan pendidikan. Selain kebudayaannya yang menarik, Jepang juga terkenal memiliki sistem pendidikan yang berkualitas dan didukung dengan fasilitas yang lengkap. Jepang juga bisa dijadikan salah satu alternative negara bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan S2 tanpa memiliki kemampuan bahasa Inggris tingkat lanjut. Pasalnya, banyak universitas di Jepang menawarkan program S2 bagi mahasiswa asing dengan bahasa Jepang sebagai bahasa pengantar. Oleh karena itu, bagi yang ingin melanjutkan pendidikan S2 di Jepang tanpa memiliki modal TOEFL, mulailah untuk belajar bahasa Jepang. Hal ini karena salah satu syarat untuk bisa melanjutkan pendidikan di Jepang tanpa TOEFL yaitu menunjukkan sertifikat JLPT atau sertifikat kemampuan bahasa Jepang. Biasanya, minimal level yang bisa diterima untuk mahasiswa asing S2 yaitu N2 dengan maksimal N1. Memiliki kemampuan bisa bahasa Jepang dengan menunjukkan sertifikat JLPT juga membuka peluang untuk mendapatkan beasiswa S2 tanpa TOEFL. Namun, beberapa universitas di Jepang mewajibkan mahasiswa asing untuk mengikuti sekolah bahasa Jepang terlebih dahulu sebelum memulai perkuliahan yang sesungguhnya. Jadi, ketika sudah pernah belajar bahasa Jepang, tentu akan memperlancar proses kelulusan dalam tes EJU Examination for Japanese University Admission for International Students. Daftar Beasiswa S2 Jepang Tanpa TOEFL Jepang merupakan salah satu negara yang menawarkan banyak beasiswa S2, baik yang berasal dari pemerintah, universitas, hingga perusahaan Jepang. Beberapa diantara beasiswa tersebut tidak mempersyaratkan TOEFL sebagai dokumen yang harus dilengkapi ketika melamar beasiswa. Jika tertarik untuk tahu apa saja daftar beasiswa S2 Jepang tanpa TOEFL, simak ulasannya berikut ini. 1. Beasiswa Universitas Meiji Universitas Meiji membuka beasiswa S2 Jepang tanpa TOEFL bagi anggota negara ASEAN, termasuk di dalamnya Indonesia. Hanya siswa asing yang kompeten dan memiliki kesulitan keuangan saja yang bisa memperoleh beasiswa ini. Terdapat dua jenis beasiswa yang ditawarkan, yaitu beasiswa partial dimana universitas hanya memberikan subsidi 50% dan beasiswa penuh. 2. Beasiswa ADB – JSP Asian Development Bank – Japan Scholarship Program ini menyasar mahasiswa Asia dan beasiswa ini dibuka setiap tahunnya. Total kuota beasiswa penuh yang ditawarkan dari beasiswa ini adalah 300 kuota dengan durasi pendidikan 1 hingga 2 tahun lamanya. Jurusan yang ditawarkan harus relevan dengan pembangunan, seperti ekonomi, sains dan teknologi, ekonomi, dan manajemen. 3. Beasiswa Ajinomoto Ajinomoto Foundation setiap tahunnya membuka peluang bagi siswa Indonesia yang ingin melanjutkan S2 di Jepang melalui jalur beasiswa. Ada tujuh universitas top Jepang dengan beragam jurusan yang bisa dipilih oleh pelamar beasiswa. Adapun jenis beasiswa yang diberikan untuk S2 yaitu beasiswa penuh dengan nominal Yen per bulan. 4. Beasiswa Aichi Pemerintah Prefektur Aichi memberikan beasiswa pada siswa berbakat di negara Asia terutama di bidang teknik. Setelah menyelesaikan studinya, siswa tersebut diharapkan mencari pekerjaan di perusahaan Aichi. Fasilitas yang diberikan yaitu beasiswa sebesar Yen per bulan dan biaya perjalanan ke Jepang, Kemudian, disediakan pula biaya sekolah, biaya masuk, dan biaya penelitian dan studi pascasarjana. 5. Beasiswa Honjo International Bagi yang sedang mencari beasiswa S2 Jepang tanpa TOEFL, beasiswa Honjo Internasional bisa dijadikan pilihan. Minimal masa studi yang ditempuh untuk beasiswa ini adalah 1 tahun dengan nominal beasiswa yang beragam, mulai dari Yen hingga Yen. Tiap periodenya, kuota penerima beasiswa ini adalah sebanyak 15 – 20 orang. Tips dan Trik Lolos Beasiswa S2 di Jepang Tanpa TOEFL Di atas telah diketahui beragam beasiswa S2 Jepang tanpa TOEFL yang bisa dijadikan sebagai referensi. Beasiswa tersebut tentu banyak peminatnya karena tidak membutuhkan TOEFL untuk melamarnya. Meskipun begitu, bukan berarti mendapatkan beasiswa tersebut sangat mudah. Oleh karena itu, calon penerima beasiswa harus tahu bagaimana tips dan trik untuk lolos beasiswa master tanpa TOEFL. Tahap pertama yang wajib dilakukan semua calon penerima beasiswa yaitu memiliki perencanaan karir yang matang. Biasanya hal tersebut akan ditanyakan pada saat penulisan essai atau saat wawancara beasiswa. Jika memiliki perencanaan karir yang matang dan jelas, tentu dapat meyakinkan pihak pemberi beasiswa. Dengan begitu, kesempatan untuk mendapatkan beasiswa tersebut lebih terbuka lebar. Memiliki perencanaan karir juga akan membantu dalam memilih jurusan yang ingin didalami saat melanjutkan pendidikan S2. Setelah mengetahui fokus karir yang akan didalami, cobalah untuk mencari informasi beasiswa S2 Jepang tanpa TOEFL sebanyak-banyaknya. Carilah beasiswa yang paling sesuai dengan kebutuhan, mulai dari universitas atau jurusan ditawarkan, nominal beasiswa dan fasilitas yang diberikan, dan lain sebagainya. Jika sudah mengetahui beasiswa yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan, maka mulailah untuk melengkapi semua persyaratan yang telah ditentukan. Namun, bersiaplah untuk memiliki bukti sertifikat bahasa asing lain, seperti bahasa Jepang. Pasalnya, beberapa beasiswa mengharapkan calon penerima beasiswa memiliki kemampuan bahasa Jepang yang mumpuni. Terlebih lagi beasiswa yang dilamar merupakan beasiswa S2 Jepang tanpa TOEFL. Usahakan agar memiliki sertifikat bahasa Jepang dengan minimal level JLPT N2. Pasalnya, semakin tinggi kecakapan bahasa Jepang yang dimiliki tentunya akan memperluas kesempatan untuk memperoleh beasiswa yang diincar. Itulah ulasan lengkap mengenai beasiswa S2 Jepang tanpa TOEFL yang bisa dijadikan sebagai bahan referensi. Oleh karena itu, bagi yang ingin melanjutkan pendidikan S2 di Jepang, mulailah untuk mempelajari bahasa Jepang. Hal tersebut bisa berguna untuk membuka kesempatan lebih besar untuk mendapatkan beasiswa S2 tanpa TOEFL. Baca juga Informasi Beasiswa Jepang Monbukagakusho Tunjangan dan Syarat Pendaftaran Beasiswa Studi Jepang Program S1 2019 - 2020 Beasiswa Pemerintah Jepang lainnya yang sedang dibuka adalah Program Japanese Studies 2019. Yakni beasiswa studi Jepang yang dirancang khusus bagi mahasiswa/i yang sedang kuliah di jurusan Jepang program S1. Beasiswa ini dimaksudkan agar para penerimanya bisa meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang serta memperdalam pengertian tentang kebudayan Jepang. Seperti halnya beasiswa pelatihan guru, beasiswa studi Jepang ini merupakan program non gelar dengan durasi 1 tahun yang dimulai September 2019 dan diberikan sertifikat setelah selesai program. Manfaat yang diperoleh selain tidak perlu ikatan dinas, juga disediakan tiket kelas ekonomi Indonesia Jakarta – Jepang, ditanggung biaya pendidikan penuh, biaya pembuatan visa pelajar, tunjangan hidup sebesar ¥ per bulan ± Rp 13 juta yang diberikan setiap akhir bulan selama masa studi di Jepang, serta disediakan asrama/tempat tinggal atau dicarikan tempat tinggal oleh pihak universitas. Persyaratan 1. Mahasiswa aktif jenjang S1 jurusan sastra atau pendidikan bahasa Jepang 2. Sehat jasmani dan rohani. 3. Usia maksimal 29 tahun pada tanggal 1 April 2019 lahir antara 2 April 1989 sampai 1 April 2001. 4. Minimal mahasiswa semester 3. 5. Direkomendasikan oleh institusi tempat berkuliah saat ini, berdasarkan seleksi internal di institusi masing-masing. 6. Belum akan mengikuti sidang skripsi selama proses seleksi berlangsung maupun saat sudah ditetapkan sebagai penerima beasiswa. 7. Pelamar harus segera kembali ke Indonesia dan melanjutkan kuliah setelah beasiswa program ini berakhir. 8. Bagi pelamar yang memiliki salah satu kondisi/situasi berikut, tidak dapat mendaftar beasiswa program ini. Silakan baca pada tautan berikut klik di sini –pdf Simak juga » Daftar Beasiswa Terbaru di Jepang untuk S1, S2, S3 Dokumen 1. Surat pengantar dari ketua jurusan. Surat berisi daftar mahasiswa yang direkomendasikan oleh ketua jurusan. Surat dibuat dalam bahasa Jepang atau Inggris. 2. Lembar print-out e-mail konfirmasi registrasi online, yang berisi nomor ujian pelamar pelajari bagian Prosedur Pendaftaran poin 2-3. 3. Application Form 2019 Unduh Formulir harus diisi dalam bahasa Jepang. Formal. Warna latar bebas. Diambil 6 bulan terakhir, ukuran 3,5cm x 4,5cm ukuran 3x4 diperbolehkan. Pasfoto ditempel pada kotak untuk menempel foto pada Formulir Pendaftaran Application Form. 4. Placement Preference Application Form 2019 Unduh Formulir harus diisi dalam bahasa bahasa Jepang. ● Pilih maksimal 3 universitas yang terdapat dalam “Course Guide of Japanese Studies Program 2019” Untuk tautan Course Guide baru dapat diakses pada pertengahan Desember 2018. Silakan refresh laman ini secara berkala 5. Fotokopi transkrip nilai dari semester satu sampai saat ini. Transkrip nilai dalam bahasa Jepang atau Inggris, dilegalisasi/cap basah oleh universitas. 6. Surat Keterangan Mahasiswa. Surat yang menerangkan bahwa pelamar adalah mahasiswa dari jurusan dan universitas tersebut. Surat harus dilengkapi dengan keterangan tempat dan tanggal lahir mahasiswa, dan dibuat dalam bahasa Jepang atau Inggris. Satu surat untuk satu mahasiswa. 7. Surat rekomendasi dari ketua jurusan atau dosen pembimbing Unduh Surat Rekomendasi ditulis dalam bahasa Jepang atau Inggris. Format bebas atau gunakan form yang telah tersedia download di sini -word. 8. Fotokopi Sertifikat Nihongo Noryoku Shiken/ JLPT jika ada. Catatan 1. Dokumen dibuat dalam kertas ukuran A4. 2. Dokumen pada poin 1 surat pengantar dari ketua jurusan, satu institusi cukup melampirkan 1 lembar saja. 3. Dokumen selain poin 1 dibuat masing-masing sebanyak 3 rangkap, yaitu 1 rangkap asli dan 2 rangkap fotokopi. Disusun sesuai urutan di atas poin 2 sampai 8. 4. Lengkapi seluruh dokumen yang diperlukan sesuai instruksi. Bagi dokumen yang tidak sesuai instruksi tidak akan diproses. Pendaftaran 1. Hanya pelamar yang memenuhi persyaratan saja yang boleh mendaftar. 2. Pelamar melakukan registrasi online terlebih dahulu melalui website berikut 3. Setelah melakukan registrasi online, Anda akan menerima e-mail konfirmasi. Silakan print-out e-mail tersebut dan harap mengingat “Nomor Ujian” yang Anda terima. Apabila dalam 5 menit Anda tidak menerima e-mail konfirmasi, silakan cek kotak spam pada e-mail Anda. 4. Lengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan. Daftar dokumen dapat dilihat pada keterangan sebelumnya. 5. Berkas dikirim atau diserahkan langsung ke Kedutaan Besar Jepang Bagian Informasi dan Kebudayaan Pendidikan Jl. M. H. Thamrin 24 Jakarta 10350 6. Pengiriman berkas dilakukan secara kolektif dan dengan rekomendasi dari institusi yang bersangkutan, bukan perorangan. 7. Tidak menerima dokumen yang dikirim melalui jasa pengiriman ojek online. 8. Berkas sudah harus tiba di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta paling lambat 15 Januari 2019. 9. Hanya pelamar dengan dokumen lengkap dan diterima sebelum deadline yang akan diproses. Dokumen yang telah dikirim ke Kedutaan Besar Jepang tidak dapat dikembalikan dengan alasan juga » Beasiswa 2019 - 2020 Jenjang S1, S2, dan S3 Tahap seleksi I. Tahap Primary Screening 1. Seleksi Dokumen. Pengumuman hasil seleksi dokumen akan ditampilkan di situs Kedutaan Besar Jepang dengan menampilkan Nomor Ujian pelamar pada tanggal 31 Januari 2019. Bagi yang lulus seleksi dokumen akan dipanggil untuk mengikuti seleksi ujian tulis. 2. Ujian Tulis Pada tahap ini peserta akan menghadapi ujian bahasa Jepang. Ujian diadakan serentak di Jakarta, Surabaya, Medan, Denpasar, dan Makassar 3. Ujian Wawancara Bagi yang lulus seleksi ujian tulis akan dipanggil untuk mengikuti ujian wawancara di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta. Biaya transportasi dan akomodasi tidak ditanggung oleh Kedutaan Besar Jepang. II. Tahap Secondary Screening 1. Bagi yang lulus primary screening akan Kedutaan Besar Jepang rekomendasikan ke Monbukagakusho/MEXT. Berkas peserta akan bersaing dengan berkas peserta dari negara lain pada tahap ini. 2. Peserta yang lulus seleksi akhir secondary screening di Monbukagakusho/MEXT akan menjadi penerima beasiswa. Pengumuman hasil seleksi akhir akan diumumkan pada bulan Juli seleksi Masa Pendaftaran 13 Desember 2018 – 15 Januari 2019 Pengumuman Hasil Seleksi Dokumen 31 Januari 2019 Ujian Tulis 7 Februari 2019* Pengumuman Hasil Ujian Tulis 18 Februari 2019* Ujian Wawancara 25 & 26 Februari 2019 Pengumuman Hasil Ujian Wawancara 1 Maret 2019* Pengumuman Final dari MEXT Juli 2019 Berangkat ke Jepang September 2019 *Jadwal bisa berubah Nah, bila Anda masuk dalam kategori mahasiswa yang dimaksud dan ingin mencoba beasiswa ke Jepang 2019 - 2020 ini, segera lengkapi dokumen apliksai yang diperlukan dan daftarkan diri sesuai dengan petunjuk e beasiswa t 021 3192-4308 w